SEKOLAH TINGGI TEOLOGI

GEREJA KRISTEN SULAWESI TENGAH

Jl. Torulemba No. 21 Tentena 94663 Poso Sulawesi Tengah

Mutasi Pendeta-Pendeta GKST dan Manfaatnya!

Minggu, 14 Oktober 2018 ~ Oleh admin ~ Dilihat 372 Kali

Mutasi Pendeta-Pendeta GKST dan Manfaatnya!

 

Bamba Tempa, wilah PIK GKST, Klasis Parigi Utara. Siapa yang mau ke sana?

Mengapa Mutasi?

Pada tahun 2018 ini akan terjadi mutasi dalam jumlah yang cukup besar. Banyak pendeta sudah menyelesaikan periode 5 tahun pelayanan mereka.  Tata Gereja GKST yang baru telah mengatur bahwa 5 tahun adalah masa bakti bagi setiap pendeta di setiap jemaat. Artinya seorang pendeta dapat tinggal melayani dalam satu jemaat maksimal selama 5 tahun, dan setelah masa itu harus pindah atau dimutasi suka atau tidak suka. Jika ada situasi khusus yang terjadi maka masa bakti pelayanan bisa kurang dari 5 tahun.

Situasi ini berbeda dengan aturan sebelumnya, di mana periode masa bakti pelayanan seorang pendeta adalah 4 tahun dan dapat diperpanjang satu periode. Dengan kata lain dalam peraturan yang lama seorang pendeta bisa tinggal melayani dalam satu jemaat selama 8 tahun. Mana yang lebih bermanfaat? Mari kita simak.

Jika sudah terlalu lama di suatu jemaat, maka kadang-kadang akan muncul rasa jemu sehingga tidak produktif lagi dan kreatifitas menurun. Ditinjau dari segi pengalaman, tinggal di satu jemaat dalam waktu yang lama tidak akan mengembangkan pengalaman. Tetapi dengan periode yang lebih pendek, maka peluang untuk berada di lebih banyak jemaat lebih terbuka. Lebih banyak jemaat yang dilayani, maka lebih banyak penglaman yang akan dapatkan.

Potret wilayah PI. Gedung Gereja di PIK di Parigi Utara. Mau cari pengalaman pelayanan di sana?

GKST tidak menganut masa sistem “dinasty” yang biasa dianut oleh gereja-gereja beraliran pantekosta dan kharismatik, yang mana pelayanan akan ditangani oleh seorang pemimpin jemaat: bapak, ibu, dan anak-anak turun temurun. Walaupun tidak semua, gereja patekosta akan dilayani oleh bapak bersama ibu (suami-istri), jika bapak sebagai ketua jemaat meninggal, maka akan dilanjutkan oleh sang isteri, jika isteri meninggal, maka dilanjutkan oleh anak-anak, dan seterusnya. Dengan demikian pengalaman melayani hanya disitu-situ saja tanpa ada perkembangan yang baru. Dalam hal ini sistem periodesasi yang dianut oleh GKST lebih menguntungkan dan memberi banyak manfaat. Walaupun tidak dapat dipungkiri, biasanya tinggal di satu jemaat dalam jangka waktu lama lebih memberi rasa nyaman dan membuat kita merasa enggan untuk pindah atau keluar dari zona nyaman. Sudah terlanjur nyaman. Namun kalau direnungkan dalam-dalam maka kita akan dapati bahwa tinggal di satu jemaat terlalu lama justru tidak memberikan keuntungan maksimal kepada seorang pendeta. Dan karena itu mutasi sangat diperlukan. Mengapa? Karena mutasi memberikan manfaat yang banyak bagi pelayan yang bersangkutan dan juga bagi jemaat.

Adapun manfaat mutasi bagi pelayan-pelayan GKST antara lain:

  1. Memberikan nuansa baru baru dalam pelayanan.
  2. Sebagai kesempatan untuk “refreshing” (penyegaran) untuk meningkatkan kreatifitas.
  3. Mengurai kejenuhan atau stagnasi dalam pelayanan sehingga dapat memunculkan ide-ide cerdas yang baru.
  4. Memberi peluang untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasan. Semakin banyak jemaat yang digembalakan, semakin banyak juga kenalan, teman dan sahabat, dan semakin luas juga jaringan.
  5. Lain padang lain belalang, lain ikan lain lubuknya. Artinya setiap jemaat memiliki keunikan masing-masing. Kelebihan atau kekurangan di jemaat yang satu tidak akan sama dengan jemaat yang lain. Dengan demikian situasi baru yang dialami di jemaat baru akan memberikan kazanah yang baru juga sehingga pengalaman akan semakin bertambah, dan tentu saja “skill” kepelayanan (hermeneutik, pastoral, akademis, dll) juga akan bertambah.
  6. Dan lain-lain. Silahkan tambahkan sendiri manfaat apa yang diperoleh dengan mutasi para pelayan.

Melayani di daerah PI cukup menantang. Siapa siap silahkan mendaftar!

Aturan Mutasi GKST

Dengan melihat manfaat atau keuntungan mutasi, maka tidak perlu kuatir atau takut dengan mutasi karena hal itu adalah hal yang positif. Tidak perlu lobi-lobi atau sejenisnya. Adapun aturan dalam memutasi seorang pendeta GKST adalah sebagai berikut:

  1. Periode 5 tahun sudah terpenuhi. Mutasi sebelum periode selesai dapat saja terjadi jika ada situasi khusus atau “extraordinary” (situasi luar biasa) terjadi di jemaat.
  2. Jemaat tempat untuk mutasi tersedia.
  3. Formasi mutasi diusulkan oleh Ketua Majelis Klasis kepada Majelis Sinode GKST.
  4. Keputusan terakhir ada di tangan Majelis Sinode dengan untuk menentukan penempatan dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan pelayanan di seluruh wilayah GKST.
  5. Mutasi bisa terjadi secara lokal dan juga lintas Klasis di GKST tergantung kebutuhan pelayanan di GKST.

 

Karena itu, sebagai pegawai organik GKST hendaknya para pelayan menaati semua aturan yang sudah diatur dalam Tata Gereja GKST. Mutasi yang dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga kita, tetapi untuk kepentingan pelayanan gereja Tuhan di seluruh wilayah GKST. (drtyl)

 

Salam GKST

Sumber : http://www.beritagkst.org

Berita
  1. TULISAN TERKAIT